UIN Alauddin Makassar

UIN Alauddin Makassar

Minggu, 17 Maret 2013

pengambilan spesimen luka


Cairan Luka
Pengambilan kultur luka merupakan suatu prosedur invasive yang membutuhka npenerapan teknik steril, pengetahuan tentang penyembuhan luka, kemampuan pemecahan masalah untuk memastikan keamanan klien, dan oleh karena itu perawat yang perlu melakukan teknik ini.
Jenis drainase (cairan) luka, yaitu:
1.      Serosa
Deskripsi: tampak encer dan jernih
Unsur pokok: serum dengan sedikit sel.
2.      Purulent
Deskriptif: lebih kental karena ada pus; warna bervariasi (misal: sedikit biru, hijau, atau kuning). Warna mungkin bergantung pada organism penyebabnya.
Unsur pokok: leukosit, debris jaringan mati yang cair dan bakteri yang hidupdanmati.
3.      Sanguinosa (hemoragik)
Deskriptif: merah gelap atau terang. Eksudatsanguinosa yang terang mengindikasikan perdarahan segar, sedangkan eksudatsanguinosa yang gelap menunjukkan perdarahan yang sudah lama.
Unsurpokok: seldaerahmerah.
4.      Serusonguinosa
Deskriptif: drainase jernih dan ada sedikit darah. Biasanya terlihat pada insisi bedah.
Unsur pokok: sel darah merah dan serum.
5.      Purosanguinosa
Deskriptif: pus dan darah. Sering terlihat pada luka baru yang terinfeksi.
Unsur pokok: leukosit, debris jaringan mati yang cair, bakteri dan sel darah merah.
Pengambilan Spesimen Cairan Luka.
Perlengkapan:
1.      Sarungtangan disposable.
2.      Sarungtangan steril.
3.      Kantong tahan-lembab.
4.      Set balutan luka steril.
5.      Salin normal dan spuitirigasi.
6.      Tabung kultur dengan swab dan media kultur (tabung aerob dan anaerob tersedia) dan/atau spuit steril dengan jarum untuk kultur anaerob.
7.      Label berisi informasi lengkap pada masing-masing tabung.
8.      Slip permintaan laboratorium yang dilampirkan bersama spesimen.
Persiapan
Periksa permintaan medis untuk menentukan apakah specimen dikumpulkan untuk kultur aerob atau anaerob. Berikan analgesic selama 30 menit sebelum prosedur bila klien mengeluh nyeri pada daerah luka.
Pelaksanaan
1.      Jelaskan kepada klien apa yang akan anda lakukan, mengapa ha ltersebut perlu dilakukan, dan bagaimana klien dapat bekerjasama. Diskusikan bagaimana hasilnya akan digunakan untuk merencanakan perawatan atau terapi selanjutnya.
2.      Cuci tangan dan observasi prosedur pengendalian infeksi lain yang sesuai (misalnya sarung tangan).
3.      Jaga privasi klien.
4.      Angkat setiap balutan luar yang lembab yang menutupi luka.
a.       Pasang sarung tangan disposibel.
b.      Angkat balutan luar dan observasi setiap drainase (cairan) pada balutan. Pegang balutan luka sehingga klien tidak melihat drainase karena tampilan drainase dapat membuat klien terganggu.
5.      Gunakan sarung tangan steril untuk mengambil spesimen.
6.      Ambil drainase luka dengan spuit irigasi
7.      Letakkan dalam tabung kultur dengan swab dan media kultur.
8.      Berikan label pada masing-masing tabung.
9.      Bersihkan luka setelah pengambilan spesimen.
10.  Balut kembali luka dengan set balutan luka steril.
11.  Rapikan alat.
12.  Ucapkan salam terminasi.
Sumber: Audrey, dkk.2009. Buku Ajar KeperawatanKlinisedisi 5 Kozier&Erb. Jakarta. EGC

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar